Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Rukun Islam’ Category

Rukun Islam

Kajian tentang Rukun Islam

Oleh : Tim FORSTAS

Telah disebutkan didalam hadist Nabi SAW :
“Sesungguhnya rukun Islam itu ada lima perkara.

Rukun Islam yang pertama:
mengucap dua kalimat syahadat, jelasnya mengucap:
اشهد ان لااله الا الله و اشهد محمدا رسول الله
“ Saya bersaksi dan meyakini sesungguhnya tidak ada Tuhan yang disembah dengan sebenarnya kecuali Allah SWT yang pasti ada-Nya dan mustahil tidak ada-Nya, yang menjadikan tujuh langit dan tujuh bumi dan menguasai semua makhluk.”

و اشهد ان محمدا رسول الله
“dan sesungguhnya Nabi Muhammad bin ‘Abdullah itu menjadi utusan Allah SWT, di utus kepada semua manusia, jin dan malaikat untuk menyampaikan ilmu Syari’at, Thoriqot dan Hakikat, yaitu rukun Islam, Iman dan Ikhsan.”

Kedua : Mendirikan sholat lima waktu yang sesuai dengan Syarat dan rukunnya.
Ketiga : Memberikan zakat kepada fakir miskin.
Keempat : Puasa di bulan suci Ramadhan sesuai dengan syarat dan rukunnya.
Kelima : Pergi ke Baitullah yang mulia karena haji dan umroh dengan cukup syarad rukunnya serta cuktp bekal pergi dan pulangnya.

A. Mangucap dua kalimat syahadah.
Dua kalimat syahadat adalah Dua perkataan pengakuan yang diucapkan dengan lisan dan dibenarkan oleh hati untuk menjadikan diri orang Islam.
Lafadz kalimat syahadat ialah:

اشهد ان لااله الا الله و اشهد ان محمدا رسول الله
“Aku bersaksi dan meyakini sesungguhnya
tidak ada Tuhan yang di sembah dengan sebenarnya kecuali Allah.
Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

Jika seorang yang bukan Islam menucapkan dua kalimat Syahadat dengan sungguh-sungguh, yakni membenarkan dengan hati apa yang ia ucapkan, serta mengerti apa yang diucapkan maka masuklah ia kedalam agama Islam, dan wajiblah ia mengerjakan rukun yang lima.
Dua kalimat syahadat masing-masing adalah:
1. Syahadat Tauhid:
اشهد ان لااله الا الله
Artinya :”Saya bersaksi tiada Tuhan yang disembah kecuali Allah”
2. Syahadat Rasul:
و اشهد محمدا رسول الله
ِArtinya: “dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

Bagi orangyang akan masuk Agama Islam, dua kalimat syahadat ini harus diucapkan bersama-sama(berturut-tururt) tidak boleh dipisah-pisahkan.
Orang yang tidak dapt mengucapkan dengan lisan karena bisu atau udzur lainya, atau karena ajal telah mendahuluinya padahal hatinya telah beriman, mereka itu mukmin dihadapan Allah dan akan selamat kelak di hari kemudian.*
Mengucapkan dua kalimah syahadat adalah syarat yang pertama dari syarat-syarat Islam, yakni bagi setiap orang yang berakal, balig, mampu berbicara, mampu mengucapkn syahadat. Sesungguhnya tidak ada yang disembah dibumi dan di langit kecuali Allah Swt. Allah wajib adanya dan Allah Zat Yang Maha Luhur dan Maha Agung dari sesuatu yang menyekutukan-Nya, semua ini wajib kita ikrarkan dengan lisan dan membenarkan dengan hati, begitu juga mengikrarkan dan membenarkan terhadap Nabi Muhammad bin Abdillah sebagai utusan Allah kepada semua mahluk
Semua sifat-sifat wajib, mustahil, jaiz bagi Allah dan Rosul telah tercakup dalam dua kalimah syahadat. Inilah yang di namakan syahadat tauhid dan syahadat rosul.
Analisa syahadat :
1. Rukun syahadat
a. Syahidun.
b. Mashudun lahu.
c. Mashudun alih
d. Mashudun bihi
e. Syighot.
Dari segi yang lain dikatakan pula :
a. Menetapkan zatullah .
b. Menetapkan segala sifat Allah
c. Menetapkan segala perbuatan Allah
d. Menetapkan dan membetulkan kebenaran Rosullah SAW
2. Fardu Syahadat
a. Di ikrarkan dengan lisan
b. Ditasdiqkan dengan hati.
3. Syarat sah syahadat
a. Diketahui denagan pengetahuan yang pasti.
b. Di tetapkan dengan lesan.
c. Distasdiukkan didalam hati, dengan tadiq yang pasti.
d. Dikerjakan dengan segala anggota yang lahir dan batin.
4. Kesempurnaan Syahadat.
a. Mengetahui denagan hati
b. Ditetapkan dengan lesan
c. Dibenarkan oleh hati
d. Diyakinkan dengan hati, apa yang telah diketahui dari yang hak.
5. Yang merusakan syahadat.
a. Menduakan Tuhan
b. Syak hati kepada Tuhan.
c. Menyangkal hati akan apa yang dijadikan Tuhan
d. Tidak menisbatkan, serta tidak menetapkan Zat Allah SWT2 .

B. Mendirikan Shalat lima waktu
Setiap mukallaf berkewajiban mengerjakan apa-apa yang telah diperintahkan oleh Allah diantaranya ialah mengerjakan sholat setiap hari lima kali, dan telah dijelaskan pula didalam beberapa hadits Nabi tentang waktu- waktunya. Di samping itu wajib melaksanakan rukun dan syarat-syaratnya. Serta menjauhi dari perkara yang membatalkanya, dan wajib memerintahkan atas orang yang meninggalkan wajib dan rukun shalat atau mengerjakan syarat dan rukunya tapi tidak menetapi aturanya contohnya seperti mengerjakan rukuk, sujud tanpa menegakan tulang rusukya. Firman Allah SWT:

ان الصلاة كانت على المؤمنين كتابا موقوتا
Artinya : Sesungguhnya shalat itu adalah suatu kewajiban yang berwaktu atas kaum mukminin (QS An-Nisa:103)”
ٍٍٍ
Shalat maknanya adalah doa bagi manusia dan istigfar bagi malaikat dan Rohmat dari Allah SWT.
Dan menurut syara’ shalat adalah suatu perbuatan yang dimulai dengan takbir iftitah yaitu dengan mengangkatkan kedua tangan sampai kedua telinga dan diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri3.
1. Syarat-syarat Wajib Shalat
Adapun syarat wajib shalat 4:
1. Islam
2. Balig
3. Berakal sehat
2. Syarat-syarat Shalat5
a. Mengetahui tentang masuknya waktu
b. Suci dari hadats kecil dan besar
c. Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis yang kelihatan.
d. Menutup aurat
e. Menghadap kiblat

3. Rukun-rukun Shalat :5
1. Niat
2. Takbiratul ihram
3. Berdiri pada shalat fardhu
4. Membaca al-Fatihah
5. Rukuk
6. Bangkit dari rukuk dan berdiri lurus(I’tidal) dengan tuma’ninah.
7. Sujud
8. Duduk yang akhir sambilmembaca tasyahud
9. memberi salam.

4. Waktu-waktu shalat
Adapun waktu-waktu salat adalah sebagi beikut
Dzuhur : waktu dzuhur dimulai dari tergelincirnya matahari sampai bayang-bayang sesuatu sama panjangnya dengan sesuatu itu. Apabila lebih, walaupun hanya sedikit, berarti waktu dzuhur telah habis.
Ashar : waktu ashar dimulai dari lebihnya bayang-bayang sesuatu dengan benda tersebut sampai terbenamnya matahari.
Hadits Nabi Saw:
وقت العصر مالم تغرب الشمس) رواه مسلم(
“ Waktu Sholat Ashar selagi matahari belum tengelam.”
Magrib : waktu magrib dimulai dari hilangnya sinar matahari sampai hilangnya cahaya merah diarah barat
Hadits Nabi Saw:

وقت صلاة المغرب مالم تغب الشفق) رواه مسلم(
“Waktu Sholat Magrib adalah selagi belum hilang mega”

Isya : waktu isya dimulai dari habisnya waktu magrib samapi terbinya fajar shodik
Hadits Nabi Saw:
الشفق الحمرة فاذا غاب الشفق
“Syafaq yang merah apabila telah hilang”
Subuh : waktu shubuh dimulai dari fajar Shodik sampai terbitnya matahari
Hadits Nabi Saw:
وقت صلاة الصبح من طلوع الفجر مالم تطلع الشمس
“Waktu Shalat Subuh adalah mulai dari terbitnya fajar shodiq,
selagi matahari belum keluar.”
C. Membayar zakat
Zakat menurut bahasa at thoharoh (mensucikan)
Sedangkan menurut istilah syara’Zakat adalah mengeluarkan sebagian dari harta yang telah sampai nisab.
Pada dasarnya zakat terbagi kedalam dua bagian yaitu zakat: Zakat harta benda dan zakat badan. Dan zakat tidak sah mengeluarkanya kecuali dengan niat.
Dan zakat diberikan kepada orang muslim yang telah disebutkan dalam Alquranul karim.
انما الصدقات للفقرأ و المساكين والعاملين عليها والمؤلفة قلوبهم وفى الرقاب والغارمين وفى سبيل الله وابن السبيل . واذا لم يوجدوا كلهم تصرف الى الموجود منهم فقط
Artinya: “Sesaungguhnya zakat itu hanya untuk orang-orang fakir,miskin,pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk(memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang,untuk jalan Allah dan orang-orang dalam perjalanan,sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah,dan Allah Maha mengetahui lagi Maha bijaksana. (QS At-Taubah: 60)

Di dalam kitab mazhabhibul Arba’ah harta yang wajib dizakati adalah :
1. Emas dan perak
Para ulama fiqh berpendapat mas dan perak wajib dizakati jika cukup nisabnya. Menurut pendapat mereka, nisab emas adalah 20 mitsqal. Nisab perak adalah 200 dirham. Mereka juga memberi syarat yaitu berlalunya waktu 1 tahun dalam keadaan nisab, juga jumlah yang wajib dikeluarkan 2,5 %.
2. Harta dagangan
Yang dinamakan harta dagangan adalah harta yang dimiliki dengan akad tukar dngan tujuan untuk memperoleh laba, dan harta yang dimilikinya adalah harus merupakan hasil usahanya sendiri. Dan zakat yang dikeluarkan itu adalah dari nilai barang-barang yang diperdagangkan. Jumlah yang dikeluarkankan adalah 1/40%, artinya 1 dari 40.
3. Binatang ternak
Ulama mazhab sepakat bahwa binatang yang wajib dizakati adalah Unta, Sapi, termasuk Kerbau, Biri-biri dan Kambing Gibas. Mereka sepakat bahwa binatang seperti Kuda, keledai, dan Baghal (hasil kawin silang antara Kuda dan Keledai).tidak wajib di zakati.

Nisab Zakat Binatang Ternak
Jenis hewan Jumlah Dikeluarkan zakatnya
Unta 5 ekor 1 ekor kambing
Sapi 30 ekor 1 ekor tabi` (sapi yang berumur 1 tahun penuh dan masuk ke tahun ke-2)
Kambing 40 ekor 1 ekor kambing

4. Tanaman dan buah-buahan.
Semua ulama fiqh sepakat bahwa jumlah (kadar) yang wajib dikeluarkan dalam zakat tanaman dan buah-buahan adalah 1/10 atau 10%. Kalau tanaman dan buah-buahan tersebut disiram air hujan atau air dari aliran sungai. Tapi jika air yang dipegunakannya dengan air irigasi (dengan membayar) dan sejenisnya, maka cukup megeluarkan 5%.7
Zakat fitrah juga dinamakan zakat badan. Zakat fitrah ini diwajibkan kepada setiap orang islam yang kuat,baik tua maupun muda. Maka bagi wali anak kecil dan orang gila wajib mengeluarkan hartanya serta memeberikanya pada orang-orang yang telah dijelaskan dalam surat At-Taubah ayat:80.8
Puasa
Puasa menurut bahasa adalah menahan dan menurut istilah yaitu menahan dari perkara-perkara yang membatalkan mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.
Megerjakan puasa pada bulan Romadhan merupakan salah satu rukun dari beberapa rukun agama. Kewajiban untuk melaksanakannya tidak membutuhkan dalil dan orang yang mengingkarinya berarti telah keluar dari Islam, karena ia seperti sholat, yaitu ditetapkan dengan keharusan. Dan ketetapan itu diketahui oleh orang dewasa maupun anak-anak. Dan berpuasa harus sesuai syarat dan rukunnya. Puasa satu bulan secara sempurna pada bulan yang mulia Ramadhan.
Puasa mulai diwajibkan pada buln Sya`ban, tahun ke-2 Hijriyah. Puasa meupakan fardu `ain bagi setiap mukallaf dan tak sorangpun diperbolehkan berbuka kecuali mempunyai sebab-sebab sebagai berkut :
1. Haid dan nifas
2. Sakit
3. Wanita hamil yang hampir melahirkan, dan wanita yang sedang menyusui
4. perjalanan yang sesuai dengan syarat-syarat yang dibolehkan melaksanakan syarat qosor.9
5. Orang tua renta, baik laki-laki maupun perempuan,yang mendapatkan kesukaran, serta tidak kuat lagi puasa.

Haji
Haji adalah pergi ke Baitullah yang mulia karena melaksanakan haji dan umroh dengan memenuhi syarat dan rukunnya serta mampu dan memiliki bekal saat pergi dan pulangnya.
Berangkat Haji wajib sekali seumur hidup dan tidak diwajibkan haji kecuali atas orang muslim, merdeka, berakal, baligh, dan sehat , dan mampu pergi dan pulangya dan memiliki bekal ketika pergi dan pulangnya.10

Iklan

Read Full Post »