Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2007

Syaikh

 Hadrat Syaikh Muhammad Irfa’i Nahrawi An-Naqsyabandie QS.

adalah seorang Guru Mursyid Tarekat Naqsyabandie. 

Saat ini Beliau memimpin sebuah pesantren di Ciamis Jabar:Pondok Pesantren Naqsyabandie Indonesia
KASEPUHAN ATAS ANGIN
Syarok Dharmacaang Ciamis Jabar

Foto dapat dipesan secara khusus.
More Info: forstas@yahoo.com

Iklan

Read Full Post »

Inspirasi Gambar      : Hadrat Syaikh M. Irfa’i Nahrawi QS

Gambar dilukis oleh :  Ridwan Munaji

Diedit oleh                  : Gus Ruhullah Taqi  Murwat

Lukisan Pohon

Mampukah Saudaraku memahami gambar ini?

Lukisan ini dapat dipesan secara khusus. 

di dalamnya penuh filosofi yang tinggi.

Read Full Post »

Khidmah Syaikh Khalid

 

Berkhidmah bersama Syaikh Khalid Al Bagdadi

Read Full Post »

 

(Naqsyabandie Gen Story) 

Oleh WAN MOHD. SHAGHIR ABDULLAH

Nama lengkapnya Raja Ali Kelana bin Sultan Muhammad Yusuf al-Ahmadi (Yamtuan Muda ke-10, 1858 Masihi – 1899 Masihi) bin Raja Ali (Yamtuan Muda ke-8, 1844 Masihi – 1857 Masihi) bin Raja Jaafar (Yamtuan Muda ke-6, 1808 Masihi – 1832 Masihi) bin Raja Haji asy-Syahidu fi Sabilillah (Yamtuan Muda ke-4, 1777 Masihi – 1784 Masihi) bin Upu Daeng Celak (Yamtuan Muda ke-2, 1729 Masihi – 1746 Masihi). Daripada nama-nama tersebut dapat disimpulkan bahawa lima orang Yamtuan Muda mulai ayah hingga ke atas adalah pertalian lurus pada Raja Ali Kelana. Raja Ali Kelana tidak sempat menjadi Yamtuan Muda kerana kerajaan Riau-Lingga dimansukhkan oleh penjajah Belanda dan sultan terakhir Sultan Abdur Rahman Muazzam Syah, adik beradik dengan Raja Ali Kelana hijrah ke Singapura (1911 Masihi)…….

Mau tahu sejarah lanjutannya, click:

Raja Ali Kelana – Ulama pejuang Riau dan Johor 

Read Full Post »

Dimoderasi oleh: Dedy Purnawan 

Untuk menambah wawasan kita bahwa Naqsyabandie

telah sangat meluas di seluruh dunia.

Bukan hanya di Indonesia saja, bukan hanya di Jogja dan Ciamis saja.

Alhamdulillah, kita menjadi salah satu bagian besar tersebut.

Berikut Fatwa tentang Perbankan yang dikeluarkan oleh Dar Al-Ifta’ al-Masriyya:

Bank Interst (Arabic)

Yang dipublikasikan oleh ASFA,

As-Sunnah Foundation of America,

(Kalau ditempat kita FORSTASS dan FORTAA) 

yang dipimpin oleh :

Shaykh Muhammad Hisham Kabbani

Pendidikan Beliau:

§ Bachelor’s Degree in Chemistry from the American University of Beirut, Lebanon.
§ Medical studies in Louvain, Belgium.
§ Degree in Islamic Divine Law, Damascus, Syria.
§ License to teach, guide and counsel students in Islamic spirituality from the renowned Shaykh Muhammad Nazim Adil, authority of the Hanafi school of Islamic law in the Middle East and world leader of the Naqshbandi Haqqani Sufi Order.

Mereka memiliki kesamaan visi dan misi, serta kesamaan adab, kebiasaan, dll…

Mengapa? Karena mereka memiliki Guru yang sama, dari

Rasulullah, Nabi Muhammad SAW

hingga

Syaikh Ismail Muhammad ash-Shirwani, qaddasa-l-Lahu sirrah

Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan.

dengan barokah Para Guru,

Hadrat Syaikh M. Irfa’i Nahrawi An-Naqsyabandie QS. Salam,

Read Full Post »

Berikut adalah Silsilah Guru Dalam Tarekat Naqsyabandie, yang biasa disebut dengan The Golden Chain. Dari Allah, Malaikat Jibril, kemudian:

  1. Prophet Muhammad ibn Abd Allah, Salla Allahu `alayhi wa alihi wa sallam
  2. Abu Bakr as-Siddiq, radiya-l-Lahu`anh
  3. Salman al-Farsi, radiya-l-Lahu`anh
  4. Qassim ibn Muhammad ibn Abu Bakr
  5. Jafar as-Sadiq, alayhi-s-salam
  6. Tayfur Abu Yazid al-Bistami, radiya-l-Lahu canh
  7. Abul Hassan Ali al-Kharqani, qaddasa-l-Lahu sirrah
  8. Abu Ali al-Farmadi, qaddasa-l-Lahu sirrah
  9. Abu Yaqub Yusuf al-Hamadani, qaddasa-l-Lahu sirrah
  10. Abul Abbas, al-Khidr, alayhi-s-salam
  11. Abdul Khaliq al-Ghujdawani, qaddasa-l-Lahu sirrah
  12. Arif ar-Riwakri, qaddasa-l-Lahu sirrah
  13. Khwaja Mahmoud al-Anjir al-Faghnawi, qaddasa-l-Lahu sirrah
  14. Ali ar-Ramitani, qaddasa-l-Lahu sirrah
  15. Muhammad Baba as-Samasi, qaddasa-l-Lahu sirrah
  16. as-Sayyid Amir Kulal, qaddasa-l-Lahu sirrah
  17. Muhammad Baha’uddin Shah Naqshband, qaddasa-l-Lahu sirrah
  18. Ala’uddin al-Bukhari al-cAttar, qaddasa-l-Lahu sirrah
  19. Yaqub al-Charkhi, qaddasa-l-Lahu sirrah
  20. Ubaydullah al-Ahrar, qaddasa-l-Lahu sirrah
  21. Muhammad az-Zahid, qaddasa-l-Lahu sirrah
  22. Darwish Muhammad, qaddasa-l-Lahu sirrah
  23. Muhammad Khwaja al-Amkanaki, qaddasa-l-Lahu sirrah
  24. Muhammad al-Baqi bi-l-Lah, qaddasa-l-Lahu sirrah
  25. Ahmad al-Faruqi as-Sirhindi, qaddasa-l-Lahu sirrah
  26. Muhammad al-Masum, qaddasa-l-Lahu sirrah
  27. Muhammad Sayfuddin al-Faruqi al-Mujaddidi, qaddasa-l-Lahu sirrah
  28. as-Sayyid Nur Muhammad al-Badawani, qaddasa-l-Lahu sirrah
  29. Shamsuddin Habib Allah, qaddasa-l-Lahu sirrah
  30. Abdullah ad-Dahlawi, qaddasa-l-Lahu sirrah
  31. Khalid al-Baghdadi, qaddasa-l-Lahu sirrah
  32. Abdullah Arzinjani

  33. Sulaiman Quraimi

  34. Sulaiman Zuhdi

  35. Muhammad Hadi

  36. Abdul Karim 

  37. KHR Nachrawi

  38. H.S.M. Irfa`I Nachrawi An-Naqsyabandie QS  

Read Full Post »

SEBUAH PEMIKIRAN UNTUK KAUMKU

Oleh: MR Hadrat Syaikh Muhammad Irfa’I Nahrawi An-Naqsyabandi QS

Abah bersama Tim Forstas

(Syaikh bersama Tim Forstass) 

Masalah ekonomi adalah masalah yang sangat mendasar dalam perikehidupan umat manusia. Karenanya manusia bisa menjadi syukur dan bisa pula menjadi kufur, mulia, ataupun hina. Masalah ini adalah titian umat manusia menuju kebahagiaan ataupun kesengsaraan. Masalah ekonomi merupakan tolok ukur kesuksesan ataupun kegagalan kehidupan umat manusia di bumi raya ini. Suatu bangsa dikatakan maju bila taraf perekonomiannya mengalami kemajuan. Dikatakan terbelakang bila taraf perekonomian terpuruk.

Berapa lama bangsa Indonesia dilanda kepahitan hidup yang amat dahsyat, dimulai dari krisis ekonomi yang ditandai dengan beban hutang luar negeri yang sangat besar. Mau tidak mau hal ini akan di bebankan dipundak rakyat sampai kepada krisis Multidimensi. Himpitan yang sangat dahsyat ini, akhirnya meledak. Gaung reformasi menumbangkan pemerintahan lama berdirilah pemerintahan baru dengan tujuan akan menata kembali tatanan-tatanan yang tidak tepat dan dianggap sudah tidak kondusif terhadap cita-cita bangsa menuju kesentosaan hidup yang diliputi oleh sutra keadilan dan kemakmuran.
Berapa banyak usaha yang telah dilakukan oleh pakar-pakar ahli dari tokoh-tokoh bangsa, berapa banyak biaya yang telah dibelanjakan. Namun pada kenyataannya apa yang kita dapatkan? Ya, seperti apa yang kita saksikan. Bom meledak dimana mana, demontrasi dari berbagai kalangan, penjarahan-penjarahan hutan yang tak teratasi sampai hari ini. Keluhan rakyat membahana laksana kicauan beburung dirimba, ada yang bilang pasarnya sepi, bayar sekolah mahal, penghasilan menurun, kebutuhan semakin membengkak, lebih parah lagi senasib dengan negaranya tertimbun hutang yang menggunung………………………………

more :   Sebuah Pemikiran untuk Kaumku

Read Full Post »

Older Posts »