Berikut kami informasikan tentang perjalanan ibadah haji Abah di tanah suci selama 40hari, t’hitung sejak tgl 27 Des’07-06 Jan’08. dan p’jalanan ini juga merupakan p’jalanan suluk beliau – merambah p’jalanan para kekasih dan menapak tilas p’jalanan para Nabi -.
Informasi ini udah sangat dinantikan, karena udah banyak yang menanyakan kepada kami.
Bila merasa masih kurang, Anda dapat memesan VCD perjalanan Abah ketika Haji….
melalui alhaq66@naqsyabandie.com.
Alhamdulillah, dengan berkah ALLAH perjalanan ibadah Haji Abah dapat t’laksana dengan lancar, bahkan sangat banyak kemudahan2 dan keindahan yang senantiasa mengiringi p’jalanan beliau bersama jamaah penderek..
Berikut foto-foto p’jalanan Abah ketika haji:
Abah bersama Puteri Kesayangan, Ning Minda
saat berada di Masjid Nabawi tepatnya di depan makam Rasul
Abah saat bersama salah satu Komandan Askar.
Banyak orang Arab yang tertarik dengan Abah,
sehingga Abah dapat berfoto-foto hingga ke sekitar Masjid Nabawi dengan aman.
Abah bersama Ning dan Jamaah,
saat berada di makam Rasul, selesai tawajuhan
Seusai tawajuhan di Masjid Nabawi
duduk b’khalaqoh bersama syaikhina dan bershuhbah
Ini adalah Foto Abah saat berada di dekat Ka’bah,
tempat yang banyak dirindukan ummat Islam dunia…
Beginilah suasana saat dilakukan thowaf di ka’bah waktu itu.
Tidak sembarang orang boleh membawa kamera di area ini.
Abah saat berziarah ke Jabal rahmah,
yaitu tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa….
(Di tempat itu banyak orang menuliskan nama kekasihnya,
atau memohon pada Allah untuk mendapatkan jodoh)
Abah-Ning Minda berada di depan Masjidil Haram setelah melaksanakan thowaf wada’
Setelah prosesi ibadah haji selesai, Abah pulang ke Indonesia, mendarat di Solo.
Kami bersama Para Jamaah, 10 armada menjemput Abah dan Jamaah di Wisma Haji Solo. Selanjutnya dilakukan perjalanan ke Yogyakarta…..
Masyarakat Plosokuning sekitar Pondok meminta agar Abah menuju Masjid Gede sebelum ke Pondok. Acara penyambutan berlangsung meriah, hingga tengah malam.
Tanggal 9 Januari 2008 dilaksanakan tasyakuran haji Abah dan Haul Ibunda Nyai.
Telah diundang untuk ikut serta mengisi acara tersebut adalah Seorang Kyai Sepuh
yang tak asing lagi di Yogyakarta, yang memiliki PP An-Nur, PP Hafal Qur’an, Ngrukem, yaitu KH Nawawi (Mbah Nawawi Ngrukem). Acara berlangsung meriah dan lancar.
Pada acara tersebut juga banyak diedarkan kalender Naqsyabandiyah 2008.
Kalender 1 muka 1 tahun dengan ukuran A2.
Bisa dipesan melalui alhaq66@naqsyabandie.com atau info@naqsyabandie.com.
Team Redaksi QA pusat







bagaimana dengan sistem kerahiban apakah berjalan di naqsabandie?
Jwb: Jika yang Anda maksud adalah sistem kerahiban adalah sama dengan sisten pendeta nasrani, tentu saja berbeda. Sebaiknya kita mengutamakan khusnudhon dan ukuwwah islamiyah, bukannya mencari perbedaan, curiga dan saling bercerai berai. Terimakasih.
Benarkah nabi khidir itu ada di zaman rosululloh sampai saat ini,kalau seseorang tidak percaya dengan adanya nabi khidir apakah keimanannya terganggu?
Jwb: Tentang Nabi Khidir dan Nabi Ilyas, telah dijelaskan dalam Al Qur’an. Seperti dalam Surrah Ash Shaafaat 129 dan Al Kahfi 66-82. Jika tidak percaya adanya Nabi Khidir, berarti tidak percaya Al Qur’an (surrah Al Kahfi 66-82).
Kisah tentang Nabi Khidir, dpt dibaca di: http://www.darulnuman.com/mkisah/kisah024.html.
Mereka yang mengatakan Nabi Khidir masih hidup ialah seperti Imam An Nawawi, Abu Talib Al Makkiy, At Turmizi, Ibnu Hajar Al Haitamy, Ibrahim bin Adham, Bisyru Al Hafi, Maaruf Al Karkhi, Sari As Saqty. Umar Abdul Aziz, Imam Al Ghazali, Hassan Al Basri, Imam As Sayuti dan lain-lain, termasuk Beliau Hadrat Syaikh M Irfa’i. Semuanya tokoh-tokoh ulama yang bertaraf wali Allah dan ada yang bertaraf Mujaddid.
Sementara ulama yang mengatakan Nabi Khidir telah wafat ialah Imam Bukhari, Al Jauzi, Ibnu Taimiyyah dan lain-lain.
Sekarang tinggal kita pilih Ulama dari golongan yang mana. Golongan manapun itu, marilah kita kembangkan ukuwah Islamiyah, bukannya perpecahan.
Semoga kita semua senantiasa mendapatkan tambahan ilmu, Taufik dan Hidayah.